Press Release Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Rabu, 27 Agustus 2025

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
Agustus, 27, 2025 | Daily Economic Review: Tren Penurunan Produksi dan Pergeseran Basis Konsumen Rokok di Indonesia

Produksi rokok di Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada semester pertama tahun 2025, Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan mencatat produksi rokok mencapai 142,6 miliar batang, turun sebesar -2,5% dari periode yang sama tahun 2024 sebesar 146,3 miliar batang. Sejak 2018, produksi rokok memang fluktuatif, tapi tren keseluruhannya cenderung turun. Produksi rokok semester pertama tahun 2025 merupakan yang terendah kedua dalam periode tersebut.

Permintaan produk rokok mengalami pergeseran demografis yang signifikan menuju kelompok usia yang lebih tua.
Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (susenas), jumlah perokok meningkat dari 57,2 juta orang pada Maret 2019 menjadi 61,9 juta orang pada Maret 2024. Akan tetapi, pertumbuhan ini tidak merata. Proporsi perokok pada kelompok usia muda dan produktif (rentang usia 20–30 tahun), justru menurun dari 25,4% menjadi 22,7%. Sebaliknya, terjadi peningkatan signifikan pada kelompok usia 45–59 tahun, yang proporsinya naik dari 25,2% menjadi 27,2%, dan pada kelompok usia 60 tahun ke atas yang meningkat dari 10,9% menjadi 13,0%.

Basis konsumen industri rokok semakin terkonsentrasi pada kelompok pengeluaran menengah ke bawah.
Analisis antara tahun 2019 dan 2024 menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat total perokok, atau sekitar 75,5%, berasal dari kelompok Rentan dan Menuju Menengah. Di sisi lain, industri menghadapi tantangan dari segmen kelas menengah yang proporsinya turun dari 21,8% menjadi 16,9% dalam periode yang sama.

Prospek industri rokok ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan produsen beradaptasi dengan perubahan struktur konsumen.
Masa depan pertumbuhan industri ini bergantung pada pemeliharaan pangsa pasar di dalam segmen Rentan dan Menuju Menengah yang terus berkembang, karena kekuatan pada kedua kelompok ini terbukti mampu mengimbangi pelemahan di segmen kelas menengah. Dengan demikian, meskipun menghadapi tantangan berupa penurunan jumlah perokok muda, prospek industri secara keseluruhan tetap positif selama strategi pemasaran dan produk dapat disesuaikan untuk memenuhi preferensi basis konsumen terbesarnya. (ha)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: