news-detail
Mandiri News Detail Portlet
ECONOMIC REVIEW
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2018 tumbuh melambat.
Bank Indonesia melaporkan bahwa ULN Indonesia pada akhir April 2018 tercatat sebesar USD356,9 miliar yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD183,8 miliar (51,5%) dan utang swasta termasuk BUMN sebesar USD173,1 miliar (48,5%). ULN Indonesia tumbuh sebesar 7,6% (yoy) pada akhir April 2018, melambat dibandingkan dengan 8,8% (yoy) pada bulan sebelumnya.
Kepercayaan investor asing terhadap pengelolaan fiskal dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia tetap cukup tinggi di tengah tekanan likuiditas global.
Pada bulan April 2018 Pemerintah telah menerbitkan SUN dalam mata uang dolar AS dan Euro (global bonds) dengan format SEC-Registered Shelf yang memungkinkan Pemerintah menerbitkan obligasi di pasar modal kapan pun saat dibutuhkan. Penerbitan global bonds ini memanfaatkan momentum positif kenaikan peringkat utang Indonesia pada tanggal 13 April 2018 dari Baa3 (positif) menjadi Baa2 (stable) oleh Moody’s.
ULN swasta tumbuh melambat terutama di sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor jasa keuangan.
Secara tahunan, pertumbuhan ULN ketiga sektor tersebut pada April 2018 masing-masing sebesar 2,1%, 4,3%, dan 2,1%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan 18,5% dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.
Perkembangan ULN Indonesia pada April 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat.
Pengendalian dan pengawasan terhadap ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. Pengelolaan ULN secara profesional dan bertanggung jawab dilakukan Pemerintah secara konsisten untuk menjaga sustainabilitas fiskal. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%. Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. Kami memperkirakan perkembangan ULN pada tahun ini akan tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. (rep)