news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
October 30, 2026 | Daily Economic Review: Penjualan Mobil melanjutkan tren positif pada September 2026
Penjualan mobil wholesale (pabrik ke dealer) pada bulan September 2026 tercatat sebesar 81,1 ribu unit, tumbuh sebesar 21,0% year-on-year (yoy).
Secara kumulatif, penjualan mobil periode Januari–September 2026 (9M26) tercatat sebesar 679,0 ribu unit atau tumbuh 28,1% yoy dibandingkan 9M25. Peningkatan penjualan didorong oleh pertumbuhan mobil niaga akibat pemenuhan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Penjulan mobil listrik secara keseluruhan tumbuh sebesar 138,9% yoy pada periode September 2026.
Pertumbuhan penjualan mobil listrik didorong oleh penjualan mobil listrik berbasis baterai (Batery Electric Vehicle/BEV) yang tumbuh 291,2% yoy pada September 2026. mobil listrik Hybrid (HEV) meningkat 138,2% yoy pada September 2026.
Pangsa mobil LCGC terus mengalami penurunan hingga lebih rendah dibandingkan mobil listrik BEV.
Penjualan mobil LCGC pada 9M26 tercatat sebesar 83,9 ribu unit, terkontraksi sebesar -11,0% yoy dibandingkan 9M25. Pangsa pasar mobil LCGC terhadap penjualan mobil penumpang turun dengan tercatat sebesar 17,0% pada 9M26 (vs. 21,9% pada 9M25). Sementara itu, pangsa penjualan mobil listrik berjenis BEV terhadap penjualan mobil penumpang mengalami peningkatan yang signifikan dari 12,7% pada 9M26 menjadi 23,9% pada 9M26.
Tim Riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan penjualan mobil pada tahun 2026 berkisar di 866 ribu unit.
Kami melihat beberapa katalis positif yang dapat mendorong penjualan mobil pada tahun 2026, yaitu: 1) Peluncuran model-model baru dengan harga yang kompetitif; 2) Peningkatan permintaan mobil niaga akibat program pemerintah; 3) Insentif kendaraan listrik yang akan diberikan pemerintah. Namun, kami melihat beberapa faktor risiko yang dapat menekan penjualan mobil pada tahun 2026, yaitu: 1) Pelemahan daya beli masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah; 2) Kenaikan harga minyak yang signifikan; 3) Kenaikan suku bunga acuan yang dapat meningkatkan biaya cicilan kendaraan; 4) ketidakpastian keadaan perekonomian global dan lokal yang dapat menyebabkan konsumen untuk menahan belanja. (nah)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: