Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

October 21, 2026 | Daily Economic Review: Penjualan semen domestik pada 3Q26 tumbuh membaik daripada 3Q25

Penjualan semen domestik pada 3Q26 mencapai 18,7 juta ton atau tumbuh 4,8% yoy, meningkat dari pertumbuhan 3Q25 yang terkontraksi sebesar -2,3% yoy.
Lebih rinci, penjualan semen curah tumbuh 8,6% yoy pada 3Q26 (vs. -8,1% yoy pada 3Q25), lebih tinggi daripada semen kantong yang tumbuh 3,2% yoy (vs. 0,4% yoy pada 3Q25). Pertumbuhan semen curah yang lebih tinggi daripada semen kantong sejak 2Q26 menandakan aktivitas konstruksi infrastruktur menjadi penopang utama dibandingkan konstruksi residensial.

Mayoritas pulau mengalami pertumbuhan penjualan semen kecuali Kalimantan dan Bali-Nusa Tenggara pada 3Q26.
Pertumbuhan penjualan semen tertinggi terjadi di Maluku-Papua sebesar 17,4% yoy, ditopang oleh Maluku Utara (62,4% yoy) seiring pembangunan hilirisasi, dan Papua (32,5% yoy). Pulau Jawa, wilayah dengan volume penjualan terbesar yakni 9,8 juta ton atau 52,5% dari total penjualan domestik, tumbuh 6,0% yoy (vs. -2,4% yoy pada 3Q25).

Sementara itu, ekspor semen dan clinker terkontraksi sebesar -15,0% yoy pada 3Q26 (vs. 21,1% yoy pada 3Q25) dengan volume 2,8 juta ton.
Ekspor semen tumbuh 43,1% yoy, namun ekspor clinker yang mendominasi 79,5% dari total ekspor terkontraksi -23,0% yoy. Akibatnya, total penjualan semen (domestik dan ekspor) pada 3Q26 hanya tumbuh 1,7% yoy menjadi 21,5 juta ton, relatif stabil dibandingkan 3Q25 yang sebesar 0,7% yoy.

Kami memperkirakan penjualan semen domestik pada 2026 sebesar 66,5 juta ton atau tumbuh 4,0% yoy, lebih tinggi dibandingkan 2025 yang terkontraksi -1,5% yoy.
Realisasi Januari–September 2026 yang tumbuh 8,3% yoy membuka potensi upside terhadap perkiraan tersebut. Kami melihat pada 4Q26, industri semen menghadapi tekanan biaya produksi masih tinggi seiring kenaikan harga batu bara sebesar 38% yoy. Biaya bahan bakar batubara menyumbang 19,7% dari total biaya produksi semen. Produsen semen mulai menaikkan harga, tercermin dari Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) semen yang tumbuh 7,4% yoy, namun kenaikan biaya produksi diperkirakan sebesar 8,4%. Hal ini menunjukkan margin industri semen akan tertekan pada 2026. (pah)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

<unduh file>