Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
October, 14, 2026 | Daily Economic Review: Pemerintah Menerapkan Bea Keluar Emas untuk Memperkuat Pasokan Domestik

Pemerintah memberlakukan bea keluar atas ekspor emas sejak 23 Desember 2025 dengan tarif berlapis yang ditentukan berdasarkan harga referensi dan jenis produk.
Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan emas di dalam negeri serta mendorong hilirisasi.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan volume ekspor emas hingga September 2026 sebesar 3,74 ton, jauh di bawah realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 19,66 ton.
Jumlah eksportir juga berkurang dari 15 menjadi 5 perusahaan. Kedua angka ekspor tersebut memang tidak sepenuhnya sebanding. Angka 2025 merupakan realisasi setahun penuh sebelum bea keluar berlaku, sedangkan angka 2026 baru mencakup periode hingga September. Penerimaan bea keluar baru mencapai Rp385,2 miliar, di bawah perkiraan awal pemerintah sebesar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun per tahun.

Penurunan ekspor terutama mencerminkan pengalihan penjualan ke pasar domestik.
Harga emas Antam mencapai Rp2.592.000 per gram, atau sekitar 7,4% di atas harga emas dunia. Permintaan domestik juga ditopang oleh kenaikan harga emas dunia sebesar 13,8% secara tahunan dan pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.900 per dolar AS. Sejumlah produsen besar telah menyalurkan sebagian produksinya kepada PT Aneka Tambang.

Pergeseran tersebut perlu dipantau dari dua sisi.
Pertama, selisih biaya antara jalur resmi dan ilegal bisa mencapai ratusan juta rupiah per kilogram, sehingga menciptakan insentif untuk melakukan penyelundupan. Hal ini tercermin dari penindakan emas ilegal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mencapai 353 kilogram pada 2026, melonjak dari 2,9 kilogram pada tahun sebelumnya. Kedua, kapasitas serap pasar domestik berpotensi terbatas apabila produksi nasional terus meningkat, sementara premi harga domestik dapat menyempit seiring dengan normalisasi permintaan. Kondisi ini berisiko menekan arus kas produsen yang berorientasi ekspor dan memengaruhi kualitas kredit di sektor terkait. (ec)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Unduh Dokumen Media