Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
September, 30, 2026 | Daily Economic Review: APBN 2027 Resmi Disahkan dengan Defisit 2,4% terhadap PDB

Pemerintah dan DPR telah mengesahkan APBN 2027 dengan defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap PDB.
Defisit tersebut lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68% dan outlook defisit 2026 sebesar 2,85% terhadap PDB. Pendapatan negara dalam APBN 2027 ditetapkan sebesar Rp3.435,1 triliun atau tumbuh 7,1% yoy dari outlook 2026, sementara belanja negara mencapai Rp4.106,3 triliun atau tumbuh 4,2% yoy. Dengan demikian, pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun.

APBN 2027 diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program prioritas.
Kebijakan fiskal 2027 difokuskan pada 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional, mencakup pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan. Pemerintah mengalokasikan Rp824,0 triliun untuk pendidikan, setara 20,1% dari total belanja; Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial, setara 13,1%; dan Rp195,3 triliun untuk ketahanan pangan, setara 4,8%.

Asumsi makro APBN 2027 mencerminkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,0% pada 2027, dengan inflasi sebesar 2,5%, nilai tukar Rp17.500/USD, dan imbal hasil SBN 10 tahun sebesar 6,9%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan sebesar USD75/barel, dengan lifting minyak bumi sebesar 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Ke depan, ekspansi fiskal diperkirakan tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat dibandingkan belanja menunjukkan peningkatan penerimaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga defisit tetap sebesar 2,4% PDB. Di sisi lain, belanja yang turut meningkat perlu diarahkan pada program dengan multiplier ekonomi yang tinggi agar dapat mendukung target pertumbuhan 6,0% dan berperan sebagai shock absorber di tengah risiko ekonomi global. (sa)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Unduh Dokumen Media