news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
July, 15, 2026 | Daily Economic Review: Volume Ekspor Batu Bara Indonesia pada Mei-26 Mengalami Penurunan
Total volume ekspor batu bara Indonesia pada Mei-26 turun sebesar -3,4% year-on-year (yoy), menjadi 40,5 juta ton (vs. 41,9 juta ton pada Mei-25).
Di sisi lain, nilai ekspor batu bara Mei-26 naik didorong peningkatan harga batu bara akibat konflik geopolitik, sebesar 14,7% yoy dengan nilai sebesar USD2,8 miliar (vs. USD2,5 miliar pada Mei-25). Sebagai tambahan, negara tujuan ekspor batu bara Indonesia pada Mei-26 masih didominasi oleh Tiongkok dan India, dengan pangsa ekspor sebesar 40,9% dan 15,9% dari total ekspor batu bara Indonesia (vs. 31,9% dan 24,4% pada Mei-25).
Pada Mei-26, volume ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok naik sebesar 23,6% yoy menjadi 16,6 juta ton (vs.13,3 juta ton Mei-25).
Sementara, total impor batu bara Tiongkok pada Mei-26 turun sebesar -7,7% yoy menjadi 33,3 juta ton (vs. 36,0 juta ton pada Mei-25). Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai pemasok utama batu bara impor Tiongkok dengan pangsa 37.2% pada Mei-26 (vs. 36.7% pada Mei-25).
Produksi batu bara Indonesia bergeser ke kalori rendah, sementara pembangkit yang terkendala membutuhkan kalori menengah ke atas.
Akibatnya, sempat terjadi pemadaman listrik bergilir di Jawa, tidak hanya terkait isu distribusi pasokan, tetapi juga karena kualitas kalori batu bara yang tersedia tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pembangkit. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian ESDM menugaskan badan usaha tambang memasok 212 juta ton, jauh di atas kebutuhan PLN sebesar 154 juta ton. Selisih 58 juta ton ini sengaja ditetapkan sebagai buffer guna memberikan ruang apabila terjadi kegagalan pengiriman.
Harga rata-rata batu bara Newcastle pada 2026 hingga 14 Juli naik 21% menjadi USD128,4 per ton, dibandingkan rata-rata 2025 sebesar USD106,3 per ton.
Ke depan, relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara diperkirakan menjadi faktor penentu, tidak hanya mengatasi masalah pasokan untuk pembangkit listrik tetapi juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara, ekspor, dan laba perusahaan tambang. Namun, perubahan untuk menaikkan kuota RKAB membutuhkan tambahan biaya dan waktu yang tidak sebentar untuk memacu produksi. (mrs)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:
Unduh Dokumen Media