news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
July, 14, 2026 | Daily Economic Review: S&P Mempertahankan Peringkat Utang Indonesia pada BBB dengan Prospek Stabil
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB dengan prospek stabil pada Juli 2026.
Keputusan ini didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, disiplin fiskal, serta potensi peningkatan penerimaan negara dari hilirisasi. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 5% dalam 2–3 tahun ke depan, setelah mencapai 5,6% (yoy) pada 1Q26 yang ditopang konsumsi domestik dan percepatan belanja pemerintah.
Di tengah fundamental yang tetap solid, tekanan pasar keuangan pada 2026 dinilai lebih dipengaruhi oleh ketidakpastian eksternal dan risiko implementasi kebijakan.
IHSG kehilangan lebih dari 30% kapitalisasi pasar, sementara rupiah melemah sekitar 7% terhadap dolar AS, menunjukkan perbedaan arah dengan kinerja ekonomi. Hilirisasi, pengawasan sektor mineral, serta pembentukan Danantara dan DSI berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan devisa ekspor, tetapi bergantung pada konsistensi implementasi dan kepastian regulasi.
Tekanan utama berasal dari sektor eksternal, terutama akibat kenaikan biaya impor energi yang belum sepenuhnya diimbangi peningkatan harga komoditas ekspor.
Defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar menjadi sekitar 2,1% PDB pada 2026 seiring memburuknya neraca perdagangan sejak Maret. Namun, disiplin fiskal tetap menjadi penopang peringkat, dengan defisit APBN diperkirakan terjaga di bawah 3% PDB dan penerimaan negara meningkat 21% pada 1H26.
Ke depan, risiko penurunan peringkat meningkat apabila utang bersih pemerintah bertambah lebih dari 3% PDB per tahun, rasio pembayaran bunga bertahan di atas 15% dari penerimaan, atau penerimaan ekspor melemah secara struktural.
Sebaliknya, peluang kenaikan peringkat terbuka apabila defisit fiskal mendekati 1% PDB, penerimaan meningkat, rupiah lebih stabil, dan indikator eksternal membaik. Afirmasi ini positif bagi pasar obligasi, tetapi dampaknya terhadap rupiah dan saham terbatas karena investor masih mencermati arus modal, ketahanan eksternal, dan kredibilitas implementasi kebijakan. (as)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:
Unduh Dokumen Media