news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
May, 13, 2026 | Daily Economic Review: Kinerja Penjualan Eceran Diprakirakan Melambat pada April 2026
Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia memprakirakan kinerja penjualan eceran menurun pada April 2026.
Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 yang diprakirakan sebesar 231,0 atau terkontraksi -1,9% yoy (vs. 3,9% yoy Maret 2026). IPR April 2026 didorong oleh penurunan pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang terkontraksi -2,1%, Bahan Bakar terkontraksi -2,8%, dan Barang Budaya -1,1%.
Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 tetap tumbuh.
Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 yang sebesar 256,7 atau tumbuh 3,4% yoy (vs. 6,5% yoy Februari 2026). Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori tumbuh 15,5% yoy, Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 14,8% yoy, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 4,5% yoy secara tahunan. Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3% (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1% (mtm).
Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2026 dan September 2026 diprakirakan meningkat.
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu pada Juni 2026 dan September 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan kinerja penjualan eceran akan tumbuh solid didukung konsumsi rumah tangga yang resilien.
Peningkatan penjualan eceran pada 2026 didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat saat libur nasional serta banyaknya cuti bersama di sepanjang 2026. Namun demikian, terdapat risiko ketidakpastian global yang dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar, serta ekspektasi peningkatan inflasi yang dapat mempengaruhi penjualan eceran ke depan. Di sisi lain, pemerintah terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok dan memberikan stimulus sehingga dapat menopang daya beli masyarakat. Kami memperkirakan tingkat inflasi pada 2026 akan berada pada level 3,53%, sementara pertumbuhan ekonomi pada 2026 akan tumbuh sebesar 5,2%. (ank)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:
Unduh Dokumen Media