Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
April, 09, 2026 | Daily Economic Review: Cadangan Devisa Menurun Pada Bulan Maret 2026

Cadangan devisa Indonesia menurun sebesar USD 3,7 miliar menjadi USD 148,2 miliar pada Maret 2026 dari USD 151,9 miliar pada Februari 2026, seiring pembayaran utang pemerintah serta meningkatnya kebutuhan stabilisasi Rupiah di tengah ketidakpastian global.
Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak April 2025, ketika cadangan devisa turun sebesar USD 4,6 miliar. Secara year-to-date, cadangan devisa telah berkurang USD 8,3 miliar. Meskipun demikian, posisi cadangan devisa masih setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta 6,0 bulan impor, tetap jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Rupiah melemah sebesar 1,32% mom pada Maret 2026, berbalik dari apresiasi tipis pada Februari.
Pelemahan tersebut seiring dengan ketegangan geopolitik global yang meningkat sejak akhir Maret hingga awal April 2026 seiring eskalasi konflik antara AS–Israel dan Iran yang mendorong harga minyak sempat melampaui USD 100 per barel dan masih bertahan di kisaran USD 94 per barel. Investor asing mencatatkan net outflows sebesar Rp22,1 triliun di pasar saham dan Rp26,4 triliun di pasar obligasi (ytd).

Di sisi lain, kenaikan harga energi juga kembali memicu kekhawatiran inflasi global dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat untuk lebih lama.
Dengan inflasi AS yang masih berada di level 2,4% yoy dan pasar tenaga kerja yang tetap solid, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed terus tertunda, dengan proyeksi pemangkasan 25 bps baru pada Juni 2027. Skenario “higher for longer” ini semakin memperkuat dolar AS dan memperbesar tekanan eksternal terhadap emerging markets yang berpotensi menurunkan Cadangan devisa.

Ke depan, kami memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan berada pada kisaran USD 145–150 miliar hingga akhir 2026.
Meskipun tren penurunan masih berlanjut dalam jangka pendek akibat kebutuhan stabilisasi nilai tukar, level tersebut tetap dinilai memadai untuk menjaga ketahanan eksternal, didukung oleh buffer yang kuat serta koordinasi kebijakan yang erat antara Bank Indonesia dan pemerintah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. (aph)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Unduh Dokumen Media