Mandiri News Detail Portlet

Likuiditas Perekonomian Meningkat

Likuiditas Perekonomian Meningkat

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

 

 

Juli, 1, 2020 | Daily Economic Review: Likuiditas Perekonomian Meningkat

 

Likuiditas perekonomian meningkat pada Mei 2020 didorong oleh kebijakan akomodatif yang dilakukan oleh BI.

Jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2020 tercatat sebesar IDR6.468,2 triliun, tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan di April (8,6% yoy), didorong oleh kenaikan pada seluruh komponennya.

 

Penyaluran kredit melambat cukup signifikan karena dampak pandemi.

Berdasarkan data sementara BI, penghimpunan DPK per Mei tercatat sebesar IDR5.931,8 triliun, tumbuh 8,2% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan April (8,0%). Kenaikan DPK berasal dari peningkatan giro (18,8%), terutama di Banten dan Jawa Tengah, dan simpanan berjangka (2,8%), yang banyak dihimpun dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sementara itu, penyaluran kredit mencapai IDR5.585 triliun, tumbuh melambat sebesar 2,4% (yoy), jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya (5,1%) karena dampak dari Pandemi Covid-19.

 

Komposisi M1 pada Mei merefleksikan perlambatan aktivitas ekonomi selama periode PSBB.

Uang kartal, sebagai salah satu komponen M1, hanya tumbuh 1,4% secara tahunan, lebih rendah dari pertumbuhan April (7,0%). Sementara itu, uang giral sebagai komponen lain dari M1, tumbuh lebih tinggi (16,4% di Mei vs 9,4% di April), terutama karena peningkatan saldo giro rupiah nasabah korporasi.

 

Aktivitas konsumsi masyarakat melambat ditunjukkan oleh penurunan volume transaksi kartu debit.

Per Maret dan April, volume transaksi kartu debit terkontraksi masing-masing 3,6% dan 16,8%. Nilai transaksi juga turun sebesar 5,4% dan 19,3%. Hal yang sama terjadi pada kartu kredit. Secara tahunan, volume transaksi kartu kredit di Maret dan April turun sebesar 3,8% dan 33,5%, sementara nilai transaksi juga turun masing-masing sebesar 14% dan 43%. Penjualan online pun demikian. Per Mei, penjualan 14 marketplace terbesar turun 16% (yoy) menjadi IDR24,07 triliun, melanjutkan tren perlambatan yang sudah berlangsung sejak awal tahun. (bhs)

 

 

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Unduh Dokumen Media