Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
February, 04, 2026 | Daily Economic Review: Surplus Neraca Perdagangan Meningkat Pada 2025

Sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar, meningkat USD 9,72 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Desember 2025, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD 2,51 miliar, sedikit menurun dibandingkan surplus USD 2,66 miliar pada bulan sebelumnya. Kinerja positif ini terutama didorong oleh surplus perdagangan nonmigas yang mencapai USD 4,60 miliar.

Pada Desember 2025, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 26,35 miliar, meningkat secara bulanan (16,99% mom) maupun tahunan (11,64% yoy).
Kenaikan ekspor tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap minyak kelapa sawit (CPO) yang tumbuh 43,53% yoy, mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 22,08% yoy, serta produk nikel dan turunannya sebesar 59,92% yoy.

Impor Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar USD 23,83 miliar, meningkat baik secara bulanan (20,02% mom) maupun tahunan (10,81% yoy).
Kenaikan impor terutama berasal dari mesin dan peralatan mekanis yang tumbuh 23,09% yoy, mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 43,24% yoy, kendaraan dan bagiannya sebesar 22,12% yoy, serta produk kimia yang meningkat 58,92% yoy.

Surplus perdagangan Indonesia menunjukkan perbaikan seiring dengan pergeseran struktur ekspor menuju sektor-sektor yang relatif lebih resilien terhadap fluktuasi ekonomi global.
Pertumbuhan ekspor nonmigas didorong oleh industri pengolahan, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sebaliknya, ekspor sektor pertambangan mengalami penurunan, terutama akibat melemahnya kinerja ekspor batubara. Memasuki tahun 2026, prospek perdagangan Indonesia diperkirakan tetap menghadapi tantangan, seiring dengan berlanjutnya tren penurunan harga komoditas global serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu arus perdagangan internasional. (yrp)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Download Document Media