Mandiri News Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
January, 22, 2026 | Daily Economic Review: Bank Indonesia Mempertahankan BI Rate di Level 4,75%

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar dan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya risiko geopolitik global, ketegangan perdagangan, serta potensi eskalasi kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang berisiko menekan perdagangan dan sentimen pasar keuangan dunia.

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap resilien pada 2025–2026.
BI memperkirakan ekonomi Indonesia akan menguat pada triwulan IV 2025 seiring membaiknya kepercayaan dunia usaha dan stimulus pemerintah. Pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan berada pada kisaran 4,7–5,5%, dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, didukung oleh permintaan domestik yang kuat serta kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Kredit perbankan tumbuh kuat dan menopang aktivitas ekonomi domestik.
Pada 2025, pertumbuhan kredit tercatat 9,69% (yoy), terutama didorong oleh kredit investasi yang tumbuh di atas 21% (yoy), diikuti kredit konsumsi dan modal kerja. Penyaluran kredit baru pada Desember mencapai Rp276,3 triliun, tertinggi sejak 2003, seiring percepatan program pemerintah. Untuk 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid di kisaran 8–12% dengan dukungan pelonggaran suku bunga perbankan.

Tekanan rupiah diperkirakan berlanjut meski ruang pelonggaran kebijakan masih terbuka.
Rupiah masih menghadapi tekanan akibat faktor global seperti tingginya imbal hasil obligasi AS, ketegangan geopolitik, dan arus modal keluar, serta faktor domestik terkait kebutuhan valas korporasi dan persepsi fiskal. BI diperkirakan tetap berhati-hati dengan intervensi terukur. Dengan dukungan konsumsi domestik dan percepatan belanja pemerintah, Tim Riset Office of Chief Economist (OCE) Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 5,18% dengan inflasi terkendali di kisaran 2,78%, sementara peluang penurunan suku bunga tetap bergantung pada dinamika global. (as)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Download Document Media