news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
January, 21, 2026 | Daily Economic Review: Nilai Tukar Petani naik sebesar 1,05% (mom) pada Desember 2025
Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2025 naik 1,05% (mom) menjadi 125,35.
Peningkatan NTP pada Desember 2025 disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar oleh petani (lb). Secara umum, penghasilan yang diterima petani pada bulan Desember 2025 naik sebesar 2,08% mom atau lebih besar dari peningkatan pada indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,02% mom.
Peningkatan NTP ini dipengaruhi oleh meningkatnya NTP di tiga subsektor pertanian.
Ketiga subsektor pertanian tersebut adalah Subsektor Tanaman Holtikultura yang naik sebesar 14,48% (mom) menjadi 138,70; Subsektor Peternakan yang naik sebesar 0,77% (mom) menjadi 102,76; dan Subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,42% (mom) menjadi 104,84.
Dari 38 provinsi, sebanyak 22 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 15 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP, dan 1 provinsi cenderung tidak mengalami perubahan NTP.
Peningkatan terbesar pada Desember 2025 terjadi di Provinsi Gorontalo, yaitu sebesar 5,60 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar -6,16 persen. Peningkatan terbesar NTP di Provinsi Gorontalo disebabkan oleh peningkatan pada Subsektor Tanaman Hortikultura khususnya komoditas cabai rawit yang naik sebesar 125,92 persen.
Office of Chief Economist Bank Mandiri memperkirakan NTP pada 2026 masih akan berada di level yang tinggi.
NTP nasional sepanjang tahun 2025 masih berada di level tinggi secara historikal. Kedepannya, kami melihat NTP nasional masih akan tinggi. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya harga tanaman perkebunan dan hortikultura dan dukungan kebijakan pemerintah di sektor pangan, salah satunya ketersediaan pupuk bersubsidi yang cukup dan kebijakan pengadaan beras oleh Perum Bulog. (ank)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:
Download Document Media