news-detail
Mandiri News Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
October 23, 2026 | Daily Economic Review: Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) Meningkat dan Berada di Fase Ekspansi Pada Triwulan III 2026
PMI-BI tercatat sebesar 52,28% pada periode Triwulan III 2026, angka tersebut meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 51,43% (PMI-BI Triwulan II 2026).
Peningkatan tersebut didorong oleh ekspansi berdasarkan komponen Volume Produksi, Volume Total Pesanan, dan Volume Persediaan Barang Jadi. Selain itu, pendorong PMI-BI berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU) tertinggi yang terdiri dari Industri Barang Galian Bukan Logam, Industri Makanan & Minuman, dan Industri Logam Dasar.
Ekspansi tersebut utamanya didorong oleh komponen dengan indeks tertinggi yaitu Volume Persediaan Barang Jadi sebesar 54,80% pada Triwulan III 2026, level tersebut lebih tinggi dibandingkan pada triwulan sebelumnya sebesar 53,00%.
Komponen lainnya juga berada di zona ekspansi seperti Volume Produksi sebesar 54,31%, dan Volume Total Pesanan sebesar 53,34%. Sementara itu, komponen Kecepatan Penerimaan Barang Pesanan Input juga mengalami perbaikan menjadi 48,68%, meski masih berada di zona kontraksi (di bawah 50%). Selain itu, level Indeks Komponen Total Jumlah Tenaga Kerja masih berada di zona kontraksi. Pada triwulan III 2026 komponen tersebut berada di level 49,58%, meningkat jika dibandingkan dengan level di triwulan sebelumnya sebesar 48,65%.
PMI-BI menurut Sub-Lapangan Usaha (Sub-LU) mayoritas mengalami peningkatan dan berada di fase ekspansi.
Sub-LU yang mengalami ekspansi tertinggi adalah lapangan usaha Barang Galian Bukan Logam (55,79%), Industri Makanan & Minuman (55,03%), dan Industri Logam Dasar (54,17%). Sebagai tambahan, Industri Kimia, Farmasi, & Obat Tradisional juga berada di zona ekspansi sebesar 52,22% yang dari sebelumnya berada di zona kontraksi sebeasr 49,68% pada triwulan sebelumnya.
View Ke Depan.
PMI-BI diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, terutama apabila volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian global berlanjut. Kenaikan harga input yang diteruskan ke harga jual berpotensi menahan permintaan domestik. Meski demikian, beberapa katalis positif dapat mendorong permintaan, yaitu akselerasi belanja APBN 2026, paket stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah untuk semester II 2026 dan pelaksanaan proyek Danantara yang dapat meningkatkan investasi domestik. Apabila kondisi permintaan domestik terus membaik dan tekanan biaya produksi mulai mereda, PMI-BI berpeluang bertahan di zona ekspansi sepanjang kuartal IV tahun 2026. (ank)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: