Mandiri News Detail Portlet

Daily Economic Review: Eskalasi Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
 
March 02, 2026 | Daily Economic Review: Eskalasi Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel
 

Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada hari Sabtu (28/2/2026).
Serangan Israel disebut sebagai langkah preemptive terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran. Sementara, AS menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan bertujuan untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke basis militer AS di Timur Tengah. Dalam penyerangan tersebut, Pimpinan Tertinggi dilaporkan Iran meninggal dunia.
 
Sebelumnya, telah diadakan perundingan antara Iran dan AS di Jenewa pada (26/02/2026).
Perundingan tersebut diadakan secara tidak langsung yang diwakili oleh Utusan Khusus AS dan Menteri Luar Negeri Iran yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman. Pihak AS mengajukan tuntutan yang serius terhadap Iran, yakni membongkar total fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan serta mengembalikan sisa uranium yang sudah diperkaya. Di sisi lain, Iran menolak tuntutan AS dengan beberapa kompromi berupa usulan. Oleh karena itu, Iran dan AS seharunya melakukan perundingan selanjutnya pada awal Maret di Vienna.
 
Iran merupakan pemain utama di pasar minyak global.
Iran memiliki cadangan minyak terbesar kelima di dunia, yaitu 9,1% dari total cadangan global, sekaligus menjadi produsen minyak terbesar kelima dengan kontribusi 5,2% terhadap produksi global. Selain itu, Iran menguasai sebagian Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi 20% minyak global.
 
Ekskalasi geopolitik berpotensi menaikkan harga minyak secara signifikan.
Kami memperkirakan harga minyak brent dapat mencapai USD130 per barel karena penutupan Selat Hormuz dan eskalasi perang yang meluas dan melibatkan negara-negara di Timur Tengah. Sebagai catatan, saat ini minyak global mengalami oversupply sehingga, jika eskalasi tidak berlanjut, maka harga minyak akan kembali stabil. (mrs)
 
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:


<unduh file>