Mandiri News Detail Portlet

News Release - Jum'at, 18 Agustus, 2017

News Release - Jum'at, 18 Agustus, 2017

Jakarta, 18 Agustus 2017 – Bank Mandiri menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi dan penawaran voucher human obligation (VM1), yang diedarkan oleh lembaga yang mengaku bernama UN Swissindo. 

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, UN-Swissindo menjanjikan pembagian harta kekayaan kepada masyarakat Indonesia, melalui mekanisme Voucher Human Obligation (VM1) yang akan dibagikan melalui penerbitan rekening pada Bank Mandiri.

“Padahal kami tidak pernah bekerja sama dengan UN Swissindo, serta tidak bertanggungjawab atas segala risiko dari setiap kegiatan maupun transaksi terkait Un-Swissindo,” Kata Rohan Hafas. 

Kasus ini telah dilaporkan Bank Mandiri kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Bank Mandiri juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menuntaskan permasalahan ini.

UN Swissindo, lanjut Rohan, tidak terdaftar sebagai Perbankan ataupun Perusahaan Pembiayaan sehingga dapat dipastikan segala penawaran yang diberikan dan diterbitkan UN Swissindo, merupakan kegiatan ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas keuangan yang berwenang. 

“Kami siap mendukung Otoritas Jasa Keuangan dan Kepolisian untuk mencegah kerugikan yang lebih luas lagi di masyarakat. Untuk itu, kami juga berharap masyarakat yang telah menjadi korban untuk melaporkan ke pihak yang berwajib,” ujar Rohan.

Tentang PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial integrasi kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro, SME, Consumer Banking serta Treasury. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen Pos/Mantap (Perbankan untuk UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe Limited (treasury & financial institution) dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).

Hingga Juni 2017, Bank Mandiri mempekerjakan sekitar 39.000 karyawan dengan 2.603 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan/perusahaan anak di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 17.695 ATM, dan 60.917 ATM yang tersambung dalam jaringan ATM Link, 239.670 mesin Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan elektronik yang meliputi layanan Mandiri Online, SMS Banking, Mandiri E-cash dan Call Center Mandiri Call 14000.

Keterangan lebih lanjut:
Rohan Hafas
Corporate Secretary
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Telp 021-5245740 Fax 021-5268246
rohan.hafas@bankmandiri.co.id