news-detail
Mandiri News Detail Portlet
Ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2018 Tumbuh di Atas Ekspektasi
ECONOMIC REVIEW
Ekonomi Indonesia pada 2Q18 mencapai IDR 3.683,9 triliun (harga berlaku) atau tumbuh 5,27% (YoY).
Nilai tersebut diatas perkiraan tim ekonomi Bank Mandiri yang sebesar 5,11% (YoY) dan konsensus pasar yang sebesar 5,12% (YoY).Pertumbuhan ekonomi tersebut juga lebih tinggi dari 2Q17 yang hanya sebesar 5,01% (YoY). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi selama semester I-2018 tercatat sebesar 5,17% (YoY). Pertumbuhan ekonomi 2Q18 didorong oleh komponen Pengeluaran Konsumsi-Lembaga Non-Profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,71% (YoY), ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 7,7% (YoY) dan investasi PMTB yang sebesar 5,87% (YoY).
Menurut lapangan usaha, sektor jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi pada 2Q18 yaitu sebesar 9,22% (YoY).
Kemudian diikuti oleh sektor jasa perusahaan yang tumbuh sebesar 8,89% (YoY) dan sektor jasa transportasi dan perdagangan yang tumbuh sebesar 8,59% (YoY).
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada 2Q18 masih didominasi oleh pulau Jawa yang sebesar 58,6%.
Kemudian diikuti oleh Sumatera sebesar 21,54%, Kalimantan sebesar 8,05%, dan Sulawesi sebesar 6,20%. Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi tertinggi dialami oleh Pulau Maluku dan Papua yang mencapai 18,18% (YoY) seiring dengan membaiknya harga beberapa komoditas tambang.
Tim ekonomi Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 akan meningkat menjadi sebesar 5,3% dari 5,07% pada 2017.
Beberapa faktor menjadi katalis positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini adalah pelaksanaan Asian Games, persiapan pemilu 2019 dan peningkatan belanja pemerintah pada 2H18. Download Document Media