Mandiri News Detail Portlet

Daya Beli Petani Semakin Meningkat

Daya Beli Petani Semakin Meningkat

ECONOMIC REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

November, 03, 2017 | Daily Economic Review: Daya beli petani semakin meningkat

 

Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami peningkatan.

BPS mencatat NTP Oktober 2017 meningkat 0,54% (mom) menjadi 102,78. Kenaikan terjadi karena Indeks Harga Yang Diterima Petani naik 0,49%, sedangkan Indeks Harga Yang Dibayar Petani turun 0,05%. Kenaikan NTP di Oktober 2017 menunjukkan indeks harga hasil produksi pertanian yang mengalami kenaikan, sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami penurunan.

 

82% wilayah di Indonesia mengalami kenaikan NTP.

27 provinsi dari total 33 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan NTP. Provinsi Jambi mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,52%, didukung oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat, khususnya kayu manis yang meningkat 10,73%.

 

Penjualan gabah di 23 provinsi di Indonesia selama Oktober 2017 didominasi gabah kering panen (GKP) 69,05%, gabah kualitas rendah 18,39%, dan gabah kering giling (GKG) 12,56%.

Dibandingkan tahun 2016, rata-rata harga untuk semua kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 5,18%, 4,14%, dan 6,30%. Kenaikan harga juga terjadi di tingkat penggilingan untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah masing-masing 5,21%, 3,84%, dan 6,10%.

 

Seiring dengan meningkatnya NTP diperlukan juga dukungan pemerintah agar petani terus memproduksi beras.

Meskipun fokus pemerintah saat ini pada sektor infrastruktur tetapi jangan sampai mengesampingkan tingkat kesejahteraan petani. Di sisi lain, peranan Perum Bulog juga perlu didorong agar menyerap lebih banyak hasil panen petani yang tersebar di berbagai daerah sehingga mendorong kinerja perekonomian sektor pertanian nasional. (fy)

Download Document Media