Press Detail
Press Release Detail Portlet
DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Friday, 06 November 2026

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
November 06, 2026 | Daily Economic Review: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menguat pada 3Q26
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,47% yoy pada 3Q26.
Pertumbuhan ini meningkat dari 5,29% pada 2Q26 dan 5,04% pada 3Q25. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan kuartal ketiga di luar musim Lebaran, yaitu 5,13%. Secara kumulatif, ekonomi tumbuh 5,45% yoy pada 9M26, lebih tinggi dari 5,01% pada 9M25. Percepatan ini ditopang oleh kinerja ekspor yang membaik seiring penguatan manufaktur, sementara belanja pemerintah tetap menjadi penopang utama.
Konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu 8,95% yoy pada 3Q26.
Meski melambat dari 15,97% pada 2Q26, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 0,62 persentase poin, jauh di atas rata-rata 2015-2025 sekitar 0,21 persentase poin. Belanja pegawai pemerintah pusat tumbuh 13,5% yoy seiring pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Belanja barang tumbuh 35,8% yoy, antara lain untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil sebesar 5,04% yoy (vs 5,06% pada 2Q26), dengan subkomponen restoran dan hotel tumbuh tertinggi sebesar 6,59%. Investasi tumbuh 6,06% yoy (vs 6,87% pada 2Q26), dipimpin investasi kendaraan sebesar 12,96% serta bangunan dan konstruksi sebesar 6,39%.
Kinerja ekspor dan manufaktur menjadi motor pertumbuhan pada 3Q26.
Ekspor tumbuh 4,59% yoy (vs 4,07% pada 2Q26), sedangkan impor tumbuh 7,31% yoy (vs 9,34% pada 2Q26). Kontribusi defisit net ekspor terhadap pertumbuhan menyempit menjadi -0,28 persentase poin dari -0,90 persentase poin. Sektor manufaktur sebagai sektor terbesar tumbuh 5,87% yoy dengan kontribusi 1,20 persentase poin, ditopang industri makanan dan minuman, logam dasar, dan kimia. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22% yoy.
Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,4% yoy pada 2026.
Pada 4Q26, ekonomi diperkirakan tumbuh sekitar 5,3% yoy, meski basis 4Q25 cukup tinggi pada 5,39%. Konsumsi pemerintah diperkirakan tetap tinggi di kisaran 9% yoy seiring basis yang rendah serta penyaluran MBG yang berlanjut. Ke depan, penguatan investasi swasta, perluasan lapangan kerja formal, dan pertumbuhan pendapatan kelas menengah menjadi kunci agar pertumbuhan semakin berkelanjutan. Risiko kenaikan harga minyak dan harga pangan akibat El Nino, serta ruang fiskal tetap perlu dikelola secara cermat. (yrp)
Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: