Press Release Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Tuesday, 06 October 2026

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW
Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri
October, 06, 2026 | Daily Economic Review: Volume Ekspor Batu Bara Agustus 2026 Turun, Nilai Ekspor Naik Didorong Kenaikan Harga

Total volume ekspor batu bara Indonesia pada Agustus 2026 turun sebesar 25,8% year-on-year (yoy), menjadi 36,5 juta ton (vs. 49,2 juta ton pada Agustus 2025).
Penurunan ini dipengaruhi kendala pengiriman akibat surutnya sungai di Kalimantan (El Niño) serta pemangkasan kuota dan keterlambatan persetujuan RKAB. Di sisi lain, nilai ekspor batu bara Agustus 2026 naik sebesar 4,9% yoy dengan nilai sebesar USD2,7 miliar (vs. USD2,6 miliar pada Agustus 2025), didorong kenaikan harga akibat konflik Iran-Amerika Serikat dan Rusia-Ukraina.

Total impor batu bara Tiongkok pada Agustus 2026 turun sebesar 1,5% yoy menjadi 42,1 juta ton (vs. 42,7 juta ton pada Agustus 2025).
Impor masih bertahan tinggi seiring dengan penurunan produksi batu bara Tiongkok pada Agustus 2026 sebesar 7,7% yoy menjadi 361,8 juta ton (vs. sekitar 392 juta ton pada Agustus 2025. Penurunan produksi ini dipicu pengetatan keselamatan tambang pasca kecelakaan tambang batu bara, yaitu pada tambang Liushenyu di Provinsi Shanxi pada Mei 2026 dan tambang Lianyuan, Provinsi Hunan, pada 14 Agustus 2026.

Kementerian ESDM menerbitkan Kepmen ESDM No. 365.K/MB.01/MEM.B/2026 pada 18 September 2026.
Melalui aturan ini, pemegang IUP/IUPK wajib mengutamakan perusahaan jasa pertambangan di kabupaten/kota sekitar wilayah izin dan dilarang melibatkan anak perusahaan atau afiliasi tanpa persetujuan Menteri ESDM. Persetujuan diproses paling lambat 14 hari kerja setelah permohonan lengkap, dengan pengecualian antara lain untuk proyek strategis nasional, pembangunan fasilitas pengolahan/pemurnian, pengembangan batu bara, dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Harga rata-rata batu bara Newcastle pada 2026 hingga 6 Oktober naik 23,5% menjadi USD131,3 per ton, dibandingkan rata-rata 2025 sebesar USD106,3 per ton.
Ke depan, penetapan RKAB secara tepat waktu dan implementasi Kepmen ESDM 365/2026 menjadi faktor kunci bagi kepastian produksi batu bara. Sementara, hambatan pengiriman akibat El Niño, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada November 2026 dan berlangsung hingga akhir tahun, berpotensi mengganggu distribusi dan menurunkan volume ekspor batu bara lebih lanjut. (mrs)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: