Press Release Detail Portlet

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Tuesday, 26 March 2024

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

Maret, 26, 2024 | Daily Economic Review: Pengukuhan Sovereign Credit Rating Indonesia

Pengukuhan peringkat kredit Indonesia oleh dua lembaga pemeringkat internasional.
Dalam waktu yang berdekatan, dua lembaga pemeringkat yaitu Fitch Ratings dan Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) telah memutuskan untuk mengukuhkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia.  Fitch mempertahankan pada peringkat BBB, satu tingkat di atas level terendah investment grade, dengan outlook ’stabil’ pada 15 Maret 2024 lalu. Keputusan ini sejalan dengan hasil asesmen bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap bertahan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi dan efektivitas kebijakan moneter serta makroekonomi yang terjaga.

Aktivitas ekonomi Indonesia akan terus membaik.
Fitch memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali kepada level sebelum pandemi yaitu mencapai 5% ke depan. Fitch melihat perekonomian Indonesia akan terakselerasi oleh kebijakan pasca-Pemilu 2024 serta kebijakan moneter dan fiskal.

Kebijakan moneter dan fiskal yang diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Kedua lembaga ini kompak mengatakan bahwa kebijakan moneter dan fiskal, sama-sama diarahkan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dukungan Bank Indonesia dalam pembiayaan defisit fiskal telah membantu terjaganya stabilitas pasar surat berharga Pemerintah sekaligus memberikan ruang alokasi anggaran untuk belanja Pemerintah yang lebih produktif.

Afirmasi peringkat kredit dapat menjadi faktor positif bagi pasar obligasi domestik.
Kepercayaan dari lembaga internasional ini didukung oleh kredibilitas dan sinergi bauran kebijakan yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Per 21 Maret 2024, kepemilikan asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar IDR817,1 triliun (14,4% dari total kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan). Capital outflow yang tercatat sebesar IDR25 triliun sejak awal tahun 2024 masih dipengaruhi kenaikan US Treasury yields dan ekspektasi Fed Funds Rate yang masih berada pada level yang tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Kami memprediksi yield obligasi acuan IDR dengan tenor 10 tahun dapat ditutup di sekitar 6,5% pada akhir tahun 2024, dengan asumsi BI Rate sebesar 5,5% dan nilai tukar rupiah di kisaran 15.400 - 15.600 per USD. (rep)

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini: