Mandiri News Detail Portlet

Uang Eletronik sebagai Instrumen Pembayaran

Uang Eletronik sebagai Instrumen Pembayaran

ECONOMIC REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

November, 30, 2017 | Daily Economic Review: Uang Eletronik sebagai Instrumen Pembayaran

Uang elektronik sebagai instrumen pembayaran saat ini semakin banyak digunakan di Indonesia.

Uang elektronik bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok utama berdasarkan teknologi yaitu uang elektronik berbasis server (online) dan uang elektronik berbasis chip (offline). Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, hingga Oktober 2017 jumlah uang eletronik yang beredar di Indonesia mencapai angka 75.846.689. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 62,81% (yoy) dari jumlah uang elektronik yang beredar hingga Oktober 2016 yang mencapai 46.587.285.

Salah satu yang membuat transaksi uang elektronik meningkat pada bulan Oktober 2017 adalah adanya penerapan sistem pembayaran secara cashless atau nontunai di gerbang tol di seluruh Indonesia.

Dan juga penyaluran beberapa subsidi dan bantuan sosial sudah menggunakan cashless dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program-program tersebut merupakan salah satu program yang mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.

Tingkat penetrasi pengguna telepon genggam di Indonesia melebihi jumlah penduduk, yaitu mencapai 371,4 juta pengguna atau 142% dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa.

Hal ini memiliki potensi besar untuk pengembangan mobile payment yang merupakan uang elektronik menggunakan smartphone. Tetapi penggunaan uang elektronik berbasis server atau mobile payment masih kurang terdengar dibandingkan uang elektronik berbasis chip. Untuk meningkatkan penggunaan mobile payment tersebut, para pelaku usaha layanan mobile payment dapat mempromosikan kemudahan-kemudahan menggunakan mobile payment.

Beberapa indikator yang diyakini akan meningkatkan layanan mobile payment adalah investasi untuk mengembangkan sistem dan infrastruktur yang terus meningkat.

Selain itu dukungan regulator untuk menstimulasi pertumbuhan layanan ini. BI juga telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/10/PBI/2017 tentang Anti Pencucian Uang (APU PPT) pada 13 September 2017 yang memperkenalkan verifikasi nasabah tanpa harus tatap muka (e-KYC). PBI ini semakin memudahkan masyarakat dalam mengadopsi dompet dan uang elektronik tanpa harus ke kantor cabang atau outlet dan saling bertemu fisik. [ec]

Unduh Dokumen Media