Press Detail
Press Release Detail Portlet
Menunjukkan Resiliensi, Bank Mandiri Sukses Menerbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Pasca Ketegangan Geopolitik
Rabu, 01 April 2026
Jakarta, 1 April 2026
Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja positif di pasar keuangan internasional melalui keberhasilan penerbitan surat utang global senilai USD 750 juta dengan tenor 5 tahun dan tingkat kupon sebesar 5.25% pada 31 Maret 2026.
Penerbitan ini menjadi signifikan karena Bank Mandiri merupakan emiten pertama dari Asia Tenggara yang kembali mengakses pasar obligasi internasional setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.
Di tengah kondisi pasar yang sempat tertekan akibat pelemahan pada sesi perdagangan Amerika Serikat, Bank Mandiri menerapkan pendekatan yang pruden dengan menunggu momentum yang lebih kondusif pada saat pembukaan pasar Asia. Selain itu, Bank Mandiri mengimplementasikan strategi intraday execution untuk membatasi eksposur terhadap risiko pasar sekaligus mengoptimalkan momentum positif yang muncul. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas eksekusi transaksi serta memperoleh respons yang baik dari investor global, didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional dan hubungan yang kuat dengan basis investor.
Ari Rizaldi, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, menyampaikan bahwa tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental dan kinerja keuangan Bank Mandiri.
“Hasil transaksi ini menunjukkan bahwa investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Bank Mandiri dan Indonesia di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Ari.
Surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange.
Tingginya kepercayaan investor tercermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85%), perbankan (8%), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3%), perusahaan asuransi (3%), serta private bank (1%). Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69%), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26%), serta investor Amerika Serikat offshore (5%).
Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.