Mandiri News Detail Portlet

Pencabutan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang oleh AS

Pencabutan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang oleh AS

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

 

Februari, 26, 2020 | Daily Economic Review: Pencabutan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang oleh AS

 

Amerika Serikat (AS) resmi mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang sejak 10 Februari 2020 .

Dalam kebijakan perdagangan AS tersebut, Indonesia dikeluarkan dari daftar Developing and Least-Developed Countries sehingga Special Differential Treatment (SDT) yang tercantum Agreement on Subsidies and Countervailing Measures pada organisasi perdagangan dunia (WTO) tidak berlaku lagi bagi Indonesia.

 

Pencabutan tersebut tidak mempengaruhi fasilitas Generalized System of Preferences (GSP).

United States Trade Representative (USTR) mengklarifikasi bahwa pencabutan tersebut hanya berlaku untuk status Indonesia di WTO sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap GSP. Indonesia merupakan salah satu pengguna GSP terbesar.

 

AS merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua setelah Tiongkok.

Ekspor non migas Indonesia ke AS pada 2019 tercatat sebesar USD 17,7 miliar atau 11,4% dari total ekspor non migas. Selama ini Indonesia menikmati surplus neraca perdagangan dengan AS. Pada 2019 tercatat sebesar USD 8,46 miliar, lebih tinggi dari 2018 yang sebesar USD 8,26 miliar.

 

Dampak pencabutan Indonesia dari daftar negara berkembang masih terlalu dini untuk diukur.

Keputusan AS tersebut akan membuat produk ekspor Indonesia makin rawan dijadikan objek penyelidikan anti-subsidi oleh AS dan meningkatkan resiko pengenaan bea masuk anti-subsidi. Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan CAD pada 2020 akan mencapai sebesar 2,9% terhadap PDB, dibandingkan posisi 2019 yang sebesar 2,7% terhadap PDB. (MS)

 

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Unduh Dokumen Media