Mandiri News Detail Portlet

Cadangan Devisa Mencapai Level Tertinggi selama 12 bulan

Cadangan Devisa Mencapai Level Tertinggi selama 12 bulan

ECONOMIC REVIEW

DAILY ECONOMIC AND MARKET REVIEW

Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri

Februari, 10, 2020 | Daily Economic Review: Cadangan Devisa Mencapai Level Tertinggi selama 12 bulan

 

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia Januari 2020 sebesar USD131,7 miliar.

Atau naik USD2,5 miliar dibandingkan Desember 2019 yang sebesar USD129,2 miliar. Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

 

Peningkatan cadangan devisa Januari didorong oleh penerbitan surat utang pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya.

Pada awal tahun 2020, pemerintah menerbitkan perdana Surat Utang negara (SUN) di pasar global dan mendapatkan dana sebesar USD2 miliar dan EUR1 miliar.

 

Jumlah cadangan devisa dapat digunakan untuk memitigasi kemungkinan keluarnya dana asing dari dalam negeri, pembiayaan impor, dan pembayaran utang luar negeri (ULN).

Cadangan devisa yang naik adalah positif bagi makro ekonomi Indonesia. Bagi investor, hal ini memberikan prospek bagus untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di Surat Berharga Negara (SBN).

 

Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan cadangan devisa akan tetap terjaga.

Pada akhir 2020 cadangan devisa akan berada di kisaran USD130 miliar - USD135 miliar, yang didukung oleh ketahanan dan stabilitas sektor eksternal. Hal ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan sikap moneter Fed yang dovish, yang menarik lebih banyak aliran modal ke pasar negara berkembang (EM) termasuk Indonesia.

 

Melemahnya pertumbuhan global karena perang perdagangan dan ketidakpastian geopolitik.

Termasuk ketakutan akan corona virus, yang membebani ekspor Indonesia. Selain itu, kami memperkirakan CAD 2020 akan sedikit melebar menjadi 2,88% dari PDB (vs 2,70% dari PDB pada 2019 (perkiraan)) karena peningkatan iklim investasi dapat meningkatkan bahan baku dan barang modal impor.

 

 

Untuk informasi yang lebih lengkap, Report tersebut dapat Bapak/Ibu unduh pada website kami melalui link berikut ini:

Download Document Media