Bank Mandiri Dukung Peningkatan Produksi Petani Garam Madura

News Release - Rabu, 5 September, 2012

Surabaya, 5 September 2012 – Bank Mandiri menyalurkan bantuan Rp634,5 juta kepada 836 petani garam Madura binaan PT Garam (Persero) untuk mendorong peningkatan produksi garam di wilayah Sumenep, Pamekasan dan Sampang.

Penyerahan bantuan dilakukan Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury kepada Direktur Utama PT Garam Yulian Lintang serta disaksikan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok, Direktur Keuangan PT Garam Pudji Sugiarni dan Direktur Produksi PT Garam Zainal Alim di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/9).

Sebesar Rp416 juta dari nilai bantuan yang diberikan, dialokasikan untuk pengadaan 16 pompa moveable, Rp160 juta digunakan untuk pembelian 400 set alat produksi yang meliputi Guluk-guluk, Sorkot dan Keranjang, serta Rp58,5 juta untuk pengadaan peralatan kerja seperti sepatu karet, sarung tangan dan topi. Dana bantuan tersebut berasal dari program Bina Lingkungan Bank Mandiri yang hingga akhir juni 2012 lalu telah tersalurkan sebesar Rp 159,4 miliar

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

“Bagi kami, bantuan ini juga menjadi salah satu implementasi Program Bina Lingkungan Bank Mandiri yang bertujuan mendorong kemajuan ekonomi kawasan melalui penciptaan masyarakat mandiri,” kata Fransisca.

Fransisca menambahkan, penyaluran dana bina lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari penyaluran program kemitraan perusahaan sebesar Rp2 miliar kepada petani garam Madura sebagai modal kerja yang telah disalurkan pada pertengahan tahun ini.

Saat ini produksi garam dari Madura mencapai 700 ribu ton per tahun dari tambak garam seluas 12.202 hektar (termasuk tambak PT Garam) atau sekitar 50% dari total produksi garam nasional.

Produksi garam nasional rata-rata sebesar 1,4 juta ton dengan cuaca normal, dimana 400 ribu ton diantaranya diproduksi oleh PT Garam dan 1 juta ton lainnya dari produksi garam rakyat. Untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, Indonesia saat ini impor 1 juta ton garam per tahun dari Australia, India dan Republik Rakyat China. Pasalnya, kebutuhan untuk industri dan konsumsi masyarakat mencapai 2,4 juta ton.

Potensi peningkatan produksi garam rakyat di wilayah Madura khususnya di Kabupaten Sumenep, Pamekasan dan Sampang sangat besar karena Madura mempunyai faktor pendukung dalam memproduksi garam antara lain lokasinya jauh dari pegunungan, bebas dari pencemaran logam berat, kosentrasi air laut cukup tinggi, struktur tanah baik, iklim cukup panjang, curah hujan rendah dan hamparan ladang-ladang garam cukup luas.

Ke depan, lanjut Fransisca, Bank Mandiri juga akan menjalin program pembinaan, peningkatan sarana infrastruktur serta publikasi dan promosi dengan petani binaan PT Garam, termasuk pembuatan video dokumenter dan buku tentang kehidupan petani garam.

“Kami berharap bantuan ini merupakan lompatan awal dari upaya mencapai kemandirian produksi garam nasional yang mampu mendorong perekonomian petani garam Tanah Air,” ujar Fransisca.

Sunset