Bank Mandiri Pupuk Semangat Kewirausahaan 500 Santri Ponpes di Magelang

News Release - Rabu, 20 Juni, 2012

Magelang, 20 Juni 2012 – Bank Mandiri menggelar workshop kewirausahaan bagi santri-santri Pondok Pesantren di wilayah Magelang dan sekitarnya guna memupuk semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. Workshop dilaksanakan di Pondok Pesantren (ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang serta melibatkan sekitar 500 santri ponpes API Tegalrejo dan ponpes lain di sekitarnya. Pembukaan workshop dilakukan oleh Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman serta disaksikan Bupati Magelang Singgih Sanyoto pada Rabu (20/6).

Selain workshop, Bank Mandiri juga menyalurkan anggaran bina lingkungan senilai Rp200 juta untuk membiayai pembangunan Asrama Entrepreneur di lingkungan Pondok Pesantren API Tegalrejo.

Dalam workshop ini, para santri akan memperoleh materi mengenai peluang Wirausaha sesuai potensi yang ada di lingkungan sekitar pesantren dan tip-tips berwirausaha dari pengusaha nasional dan finalis program Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Mereka adalah pengusaha nasional Aunur Rofiq, penulis buku “Negeri 5 Menara” Ahmad Fuadi, pemenang pertama WMM 2010 Ahmad Abdul Hadi dan Finalis WMM 2009 Firmansyah Budi.

Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman mengemukakan bahwa keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk mengembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pesantren telah lama mengakar di masyarakat. Ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren di sekitar wilayah ini untuk menumbuhkan sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial,” kata Abdul Rachman.

Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Goes To Pesantren yang dilaksanakan di beberapa pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di tanah air yaitu Ponpes Aulia Cendikia Palembang, Ponpes Manonjaya Tasikmalaya, Ponpes Darussalam Martapura dan Ponpes Bago Lombok.

Beberapa kegiatan lain yang telah dilakukan dalam program WMM Goes To Pesantren antara lain melatih dan mengimplementasikan budidaya lele di delapan pesantren di wilayah Jawa Timur, menggelar Training of Trainer pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) NU dan mengadakan pesantren Entrepreneur Camp di Pesantren Al-Yasini Sidoarjo yang diikuti oleh 48 Pondok Pesantren di wilayah Jawa Timur.

Wirausaha Muda Mandiri merupakan program unggulan karena diyakini mampu mengubah cara pandang generasi muda tentang wirausaha, menjadikan sektor UMKM sebagi sektor idaman untuk berkarya serta mampu meningkatkan kualitas dan jumlah usaha kecil. Program ini juga dapat meningkatkan peran perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan penggerak perekonomian bangsa.

Bank Mandiri juga menggelar Mandiri Young Technopreneur, untuk mendorong generasi muda Indonesia agar terus menciptakan karya-karya teknologi terbaru untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Program ini tidak hanya kebanggaan Bank Mandiri, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang memiliki generasi muda kreatif dan mampu berkontribusi pada masyarakat sekitar. Kami optimis Wirausaha Muda Mandiri maupun Mandiri young Technopreneur, akan semakin menginspirasi generasi muda, termasuk yang menempuh pendidikan di pesantren, untuk menjadi pencipta lapangan kerja yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang jauh lebih baik,” ujar Abdul Rachman.

Sunset