Mandiri Dorong Penciptaan SDM Manajemen Risiko Berkualitas

News Release - Kamis, 24 Mei, 2012

Jakarta, 24 Mei 2012 – Bank Mandiri berupaya mendorong pertumbuhan industri perbankan melalui penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten di bidang manajemen risiko. Untuk itu, Bank Mandiri menggelar serangkaian workshop statistik terkait manajemen risiko bagi mahasiswa dari 8 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kegiatan yang menjadi salah satu Program Bina Lingkungan Bank Mandiri ini melibatkan lebih dari 690 mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS). Dalam workshop yang dilakukan selama tiga kali sejak 12 April 2012 itu, para mahasiswa memperoleh pembekalan tentang teori dan best practice penghitungan risiko serta aplikasi teori tersebut dalam studi kasus. Lebih lanjut, para mahasiswa juga diundang untuk membuat karya tulis terkait pengukuran risiko di industri perbankan dengan mengacu pada implementasi Basel II serta penerapan stress testing guna mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, Bank Mandiri ingin pelatihan ini dapat membantu mahasiswa Indonesia menjadi lebih siap memasuki bidang pekerjaan yang spesifik, terutama dalam industri perbankan yang memiliki regulasi ketat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang manajemen risiko yang handal. Sebab, saat ini masih terdapat kesenjangan antara kemampuan SDM manajemen risiko lokal dengan kebutuhan risk management yang semakin kompleks sehingga terjadi ketergantungan pada ekspatriat dengan keahlian spesifik di bidang analisa kuantitatif, khususnya risk management modeling,” kata Zulkifli.

Pada tahap awal, kegiatan yang bertajuk “Risk Management Goes to Campus” ini memberikan penjelasan secara umum mengenai risk management dan penerapannya di Bank Mandiri yang mengacu kepada ketentuan Bank Indonesia (BI) dan ketentuan international best practices. Kemudian, para mahasiswa dikenalkan pada risk management tools bidang credit risk, market risk dan operational risk, di mana penerapannya membutuhkan risk modeling yang relevan dengan teori statistik sebagai latar belakang akademis para peserta.

Pada tahap berikutnya, mahasiswa secara berkelompok melakukan studi kasus berupa pembuatan model statistik. Setelah itu, tim penilai dari Bank Mandiri dan masing-masing perguruan tinggi memilih satu kelompok sebagai yang terbaik. Penilaian didasarkan pada hasil laporan kajian studi kasus serta penguasaan materi presentasi, pendalaman materi, dan kerja sama tim.

Kepada tim dengan yang kajian modelnya terpilih mewakili masing-masing perguruan tinggi, Bank Mandiri memberikan beasiswa sebesar Rp12 juta per orang. Demikian pula dengan mahasiswa dengan karya tulis terbaik yang juga memperoleh beasiswa senilai Rp12 juta untuk setiap pemenang.

“Kami berharap pada masa yang akan datang kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak peserta perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sehingga, kebutuhan SDM manajemen risiko yang memiliki kapabilitas berstandar internasional dapat terpenuhi,” ujar Zulkifli .

Sunset