Bank Mandiri Bagikan Rp4,65 Triliun Sebagai Dividen

News Release - Selasa, 2 April, 2013

Jakarta, 2 April 2013 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2012.

Selain itu, RUPS Tahunan Bank Mandiri menyetujui pembayaran dividen sebesar 30% dari laba bersih 2012 atau sebesar Rp4,65 triliun (Rp199,33 per lembar saham).

Menurut Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury, pemberian dividen tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham yang telah mendukung kinerja Bank Mandiri selama tahun 2012.

“Langkah ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan total return yang baik kepada pemegang saham dan Bank Mandiri dapat terus tumbuh dengan baik di masa mendatang sesuai dengan rencana bisnis,” kata Pahala N. Mansury.

Komisaris dan Manajemen Bank Mandiri pun berkomitmen untuk melanjutkan program transformasi dan mampu menjadi institusi keuangan Indonesia yang dikagumi dan selalu progresif. Pada RUPS Tahunan yang digelar pada 2 April 2013, pemegang saham menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Heri Gunardi sebagai Direktur dan mengangkat kembali Ogi Prastomiyono sebagai direktur. Pemegang saham juga menunjuk agus Supriyanto, Rudi Rubiandini dan Abdul Aziz sebagai anggota Dewan komisaris.

“Sebagai institusi keuangan yang progresif, kami berharap akan terus tumbuh bersama Indonesia dan terus memberikan nilai yang terbaik kepada pemegang saham dan seluruh stakeholders. Kami akan terus bertransformasi untuk tumbuh bersama Indonesia sehingga Bank Mandiri akan menjadi salah satu bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara.”

Kinerja Bank Mandiri sepanjang 2012 telah menunjukkan perbaikan yang signifikan di semua aspek keuangan. Secara keseluruhan Bank Mandiri juga berhasil menyelesaikan rencana kerja dengan baik, bukan hanya dari sisi keuangan, namun juga meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko dan penerapan good governance.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih pada 2012 tercatat tumbuh 26,6% menjadi Rp15,5 triliun. Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan fee based income yang mencapai Rp12,2 triliun pada tahun 2012. Total dana murah mencapai Rp316,1 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat serta kenyamanan bertransaksi yang terus meningkat.

Kredit Bank Mandiri yang disalurkan ke sektor produktif tumbuh 24,4% (bank only) mencapai Rp292,2 triliun. Dilihat dari segmentasi kredit, pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen mikro dan usaha kecil (business banking) yang masing-masing tumbuh 62,4% dan 27,3% (bank only).

Pemegang saham juga menyetujui penggunaan 60,3% dari laba bersih atau sebesar Rp9,34 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rencana ekspansi bisnis perseroan. Sebagai lanjutan dari keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan kewenangan kepada bank-bank BUMN, pemegang saham juga menegaskanplafon hapus tagih sebesar Rp5 triliun.

“Perseroan akan terus melaksanakan penyelesaian kredit bermasalah secara hati-hati untuk memberikan hasil yang optimal,” ujar Royke Tumilaar, Direktur Bank Mandiri.

Sunset