BANK MANDIRI CETAK LABA RP 3,956 TRILIUN PADA Q3/2008

News Release - Kamis, 30 Oktober, 2008

Jakarta, 30 Oktober 2008; Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,956 triliun, meningkat sebesar Rp776 miliar atau tumbuh 24,4% bila dibandingkan laba di bulan September tahun 2007 sebesar Rp3,180 triliun. Peningkatan laba tersebut terutama didorong peningkatan laba operasi dari sebesar Rp4,589 triliun di bulan September 2007 menjadi Rp5,550 triliun di bulan September 2008, naik sebesar Rp961 miliar atau tumbuh sebesar 20,9%.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Wayan Agus Mertayasa pada kesempatan Jumpa Pers Laporan Keuangan Bank Mandiri Q3/2008 menyampaikan bahwa, peningkatan laba Bank Mandiri dipicu oleh perbaikan margin bunga bersih (net interest margin), peningkatan fee based income dan perbaikan kualitas aktiva produktif, khususnya kredit yang mendorong penurunan biaya PPAP. Dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya (YoY), total kredit tumbuh 33,7% dari sebesar Rp121,7 triliun di September 2007 menjadi Rp162,8 triliun dengan rasio NPL gross 4,44 % dan net 0,56%. Seiring pertumbuhan kredit, total asset meningkat Rp44,9 triliun dari Rp273,8 triliun di September 2007 menjadi Rp318,7 triliun. Sedangkan penghimpunan dana murah, Giro dan Tabungan mencapai Rp143,8 triliun, naik tumbuh 17,5% dari posisi September 2007 sebesar Rp122,3 triliun.

Pendapatan bunga bersih untuk sembilan bulan sampai dengan September 2008 adalah sebesar Rp11,009 triliun, naik 13,7% dibandingkan periode yang sama di tahun 2007 yang sebesar Rp9,684 triliun dan fee based income sebesar Rp3,123 triliun meningkat 20,5% dibandingkan pencapaian September 2007 sebesar Rp2,592 triliun. Disamping itu terdapat penurunan biaya PPAP dari sebesar Rp1,975 triliun di September 2007 menjadi sebesar Rp1,799 triliun di September 2008.

Peningkatan total kredit Bank Mandiri ditopang oleh pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh seluruh unit bisnis di Bank Mandiri, seperti Corporate Banking dan Commercial Banking yang masing-masing tumbuh sekitar 59,1%, dan 34%, Treasury & International Banking tumbuh 102,7% menjadi Rp4,33 triliun. Consumer finance tumbuh sebesar 46,6% menjadi Rp18,74 triliun dan Kredit Micro serta Small masing-masing tumbuh sebesar 83,4% dan 35,4% menjadi Rp4,01 triliun dan Rp13,41 triliun.

“Kami tetap fokus kepada upaya membangun sinergi dan kapabilitas setiap business unit melalui keunggulan di Corporate & Treasury yang merupakan kekuatan kami untuk mendorong pertumbuhan pada Commercial Banking yang merupakan emerging business dan Consumer Finance serta Micro & Retail Banking sebagai bisnis yang diharapkan tumbuh di masa mendatang. Dengan strategi tersebut, sampai dengan September 2008 Corporate & Treasury berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,509 triliun, Commercial Banking sebesar Rp1,950 triliun sementara Consumer Finance dan Micro & Retail Banking sebesar Rp3,708 triliun. Hal ini menunjukkan kontribusi yang makin berimbang dari seluruh business unit Bank Mandiri,” jelas Wayan Agus Mertayasa.

Antisipasi Kondisi Krisis Keuangan Global
Sejauh ini likuiditas Bank Mandiri berada dalam kondisi yang sangat baik dan diproyeksikan akan terus dapat dikendalikan, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, hal ini tercermin dari Dana Pihak Ketiga yang terus tumbuh. Untuk itu secara konsisten kami melakukan monitoring dan antisipasi yang lebih ketat atas dana yang dimiliki, khususnya valuta asing, baik untuk dana keluar, penyaluran kredit baru maupun kegiatan trade finance. Selain itu, kami juga tetap berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam mengantisipasi kebutuhan likuditas valas bagi nasabah-nasabah yang memiliki underlying transaksi trade finance (ekspor-impor). ”Kami yakin tetap akan dapat meningkatkan penghimpunan dana masyarakat untuk memperkuat likuditas karena keunggulan customer base yang sangat besar dan beragam, dukungan jaringan pelayanan cabang dan eletronik yang luas dan handal, kualitas layanan terbaik serta posisinya sebagai Bank BUMN terbesar, ”ucap Wayan Agus Mertayasa.

Aktivitas penyaluran kredit akan dilakukan lebih selektif dengan didukung review secara menyeluruh terhadap semua portofolio di semua segmen. Penurunan eksposure kredit valuta asing antara lain dilakukan melalui konversi kredit valas ke Rupiah, sindikasi (sell down) maupun pelunasan debitur, dengan tetap mendukung prime customers secara selektif dan hati-hati. Untuk mengantisipasi kondisi kedepan, strategi front-end, middle-end dan back-end akan direvitalisasi. Disamping itu kegiatan foreign exchange, termasuk trade finance tetap dilaksanakan secara selektif, proporsional serta lebih hati-hati (prudent) dengan mencermati perkembangan pasar.

TENTANG BANK MANDIRI
Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International Banking. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak perusahaan-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), serta Bank Sinar Harapan Bali (UMKM).

Bank Mandiri pada saat ini mempekerjakan 22.079 karyawan dengan 978 kantor cabang dan 6 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 3.346 ATM, disamping 7.386 ATM yang merupakan jaringan LINK dan 13.610 jaringan ATM Bersama, Jaringan Electronic Data Capture (EDC) 28.546 unit serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.

Keterangan lebih lanjut:
Sukoriyanto Saputro
Corporate Secretary
Telp. 021-5245740 Fax 021-5268246
sukoriyanto.saputro@bankmandiri.co.id

Sunset