Bank mengerem kredit korporasi

Bank Mandiri In The News - Sabtu, 13 September, 2008

Sejumlah bank mulai mengerem kredit korporasi seiring naiknya suku bunga kredit. Perbankan khawatir karena perekonomian yang tidak kondusif, suku bunga kredit yang lebih tinggi akan membuat nasabah korporasi terjerat kredit macet.
”Kami menasihati nasabah korporasi untuk menunda mencairkan kreditnya,” kata Direktur Utama BNI Gatot M Soewondo, Kamis (11/9) di Jakarta. Alasannya, kata Gatot, suku bunga yang ditawarkan untuk kredit korporasi sudah naik sehingga nantinya akan memberatkan nasabah korporasi itu sendiri. Pengereman kredit korporasi, kata Gatot, bukan disebabkan ketatnya likuiditas. Pasalnya, likuiditas BNI masih memadai.
Bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri, juga mengerem kreditnya. Itu ditandai dengan dilakukannya revisi turun terhadap target ekspansi kredit tahun 2008 dari 22 persen menjadi 18 persen. Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, revisi dilakukan karena pertumbuhan ekonomi bakal melambat pada semester II-2008.

Sunset