E-BANKING MANDIRI LENGKAPI LAYANAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

News Release - Kamis, 6 Juli, 2006


Untuk Disiarkan Segera SIARAN PERS
CSC/PR32/2006

E-BANKING MANDIRI LENGKAPI LAYANAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN


Jakarta, 06 Juli 2006 — Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Agus Martowardojo dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution menandatangani perjanjian kerjasama mengenai pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara elektronik melalui e-Channel Bank Mandiri yang bersifat nasional.

Saat ini lebih kurang 55 juta WP (Wajib Pajak) PBB dapat menggunakan fasilitas e-payment untuk lebih kurang 87 juta Objek Pajak yang berada di seluruh Indonesia. Kerjasama Bank Mandiri dan Ditjen Pajak akan memberikan kemudahan dalam proses pembayaran PBB.

Untuk itu, Ditjen Pajak terus mengoptimalkan penerimaan perpajakan melalui peningkatan penyuluhan, pelayanan dan pengawasan. Salah satu yang dikembangkan adalah pelayanan pembayaran melalui e-Banking.

Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri menjelaskan, sistem teknologi Bank Mandiri mampu memberikan pelayanan tidak hanya melalui mesin ATM. Tapi fasilitas ketiga e-Channel Bank Mandiri lainnya dapat memberikan pelayanan secara optimal yaitu melalui SMS Banking, Internet Banking dan Phone Banking ”Call Mandiri”. Keempatnya dapat diakses 24 jam. Fitur layanannya pun semakin lengkap dan bervariasi guna memenuhi semua yang diperlukan nasabah.

Keuntungan pembayaran melalui e-banking, para Wajib Pajak tidak perlu membawa uang tunai dan pembayaran dapat dilakukan setiap saat dan tidak terpaku pada lokasi objek dan domisili. Per transaksi dikenakan Rp.2.500,- dan dibebankan kepada nasabah.

”Fitur layanan pembayaran PBB ini merupakan bentuk layanan yang sudah banyak ditunggu oleh nasabah. Dengan sistem online payment (Host to Host), memungkinkan nasabah dapat melakukan inquiry terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah tagihan PBB sebelum melakukan pembayaran. Bagi nasabah WP, kami berusaha memberikan kemudahan pembayaran dilebih 2600 ATM Bank Mandiri yang tersebar di seluruh Nusantara,” jelas Agus Martowardojo.

Ketika melakukan pembayaran, WP harus memasukan nomor Obyek Pajak dan tahun pajak yang akan dibayar. Data pembayaran akan tersaji secara cepat dan akurat serta real time online. Proses pelimpahan hasil penerimaan PBB juga dilakukan secara otomatis ke bank persepsi. Tidak perlu dilakukan perekaman pembayaran, karena status lunas secara otomatis akan terekam dalam basis data pada saat selesai dilakukan pembayaran.

Struk ATM atau bukti pembayaran yang dikeluarkan oleh fasilitas e-Banking atau counter teller, diakui sebagai bukti pembayaran yang sah dan sebagai pengganti Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB.


Tentang Bank Mandiri (per 31 Maret 2006):

Total aktiva Bank Mandiri per posisi 31 Maret 2006 mencapai Rp. 254,9 triliun. Bank Mandiri saat ini memperkerjakan 21.179 karyawan dengan 913 kantor cabang, termasuk 6 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri.

Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 2.664 ATM, disamping 6.121 ATM yang merupakan jaringan LINK (jaringan ATM Bersama) dan memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC) sekitar 13 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Memiliki 4,9 juta pemegang kartu ATM Mandiri dan 1,4 juta user SMS Banking Mandiri, 338 ribu user internet banking dan 496 ribu user Call Mandiri serta 750 ribu pemegang kartu kredit Visa.

Keterangan lebih lanjut:
Christiana Damanik
Head of Corporate Communications
Bank Mandiri
Tel: 021-5245848; Fax: 021-5268246
christiana.damanik@bankmandiri.co.id
www.bankmandiri.co.id
Widhayati Darmawan
Head of Mass Banking Group
Bank Mandiri
Tel: 3002-3518; Fax: 021-5227341
widhayati.darmawan@bankmandiri.co.id
www.bankmandiri.co.id



Sunset