SINDIKASI BANK MANDIRI, BUKOPIN, BANK DKI, BANK PANIN BIAYAI JALAN TOL RUAS KEBON JERUK- PENJARINGAN

News Release - Rabu, 1 Agustus, 2007

Jakarta, 1 Agustus 2007; Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank DKI dan Bank Panin memberikan kredit sindikasi senilai Rp.1,522 triliun kepada PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) untuk pembiayaan proyek investasi Pembangunan Jalan Tol Ruas Kebon Jeruk – Penjaringan sepanjang 9,707 km.

Nilai proyek pembangunan sebesar Rp 2,207 triliun, dengan komposisi pembiayaan 31% (Rp. 685 Milyar) berasal dari self financing JLB, dan 69 % (1.522 milyar) merupakan kredit investasi sindikasi. Sedangkan jangka waktu kredit maksimal 11 tahun termasuk di dalamnya masa grace period 3,5 tahun. Bank Mandiri akan mengambil porsi 80,29% dari total kredit atau sebesar Rp. 1,222 triliun. Sisanya yakni 19,71% adalah porsi Bank Bukopin, Bank DKI, Bank Panin atau masing-masing sebesar Rp100 miliar. Sedangkan yang bertindak sebagai Arranger pada transaksi ini adalah Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas.

Hadir dalam penandatanganan Kredit Sindikasi, Agus Martowardojo Direktur Utama Bank Mandiri, Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin, Muhammad Irfandi, Direktur Bank DKI, Edy Heryanto, Direktur Bank Panin dan Fatchur Rochman, Direktur Utama PT. JLB.

Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) sepanjang 60 km merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengantisipasi permasalahan lalulintas di DKI Jakarta. Adapun Jalan Tol JORR W1 merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR W1) yang menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W2 (pada Simpang Susun Kebon Jeruk) dengan Jalan Tol Sedyatmo (pada Simpang Susun Penjaringan).

“Pembiayaan kredit kepada PT. Jakarta Lingkar Baratsatu merupakan kelanjutan dukungan perbankan untuk realisasi pembangunan JORR W I (Jakarta Outer Ring Road I). Dan juga, pembiayaan ini merupakan wujud komitmen kami terhadap sektor infrastruktur,” ujar Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri. ”Kami percaya bahwa JORR Seksi W1 ini dapat segera direalisasikan mengingat tanah sudah dibebaskan, Investor sudah berpengalaman dalam pengusahaan jalan tol dan proyek ini telah dilakukan groundbreaking pada 22 September 2006 dan akan mulai beroperasi pada TW IV/2008”.

JLB ditetapkan sebagai pemenang tender investasi Jalan Tol paket JORR Seksi W1 untuk Ruas: Kebon Jeruk - Penjaringan dan ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara JLB dengan Menteri Pekerjaan Umum pada 2 Februari 2007, dengan masa konsesi selama 35 tahun.

”Pembangunan jalan Tol JORR W1 dilaksanakan mulai 1996, dimulai di interchange Kebon Jeruk dan Interchange Penjaringan. Interchange Kebon Jeruk menghubungkan Jalan Tol Kebon Jeruk Tangerang dengan JORR W1, sedangkan Interchange Penjaringan menguhubungkan Jalan Tol Sedyatmo dengan tol JORR W1. Pada 1997 terbit Keppres no.39 th 1997 yang menghentikan dan mengkaji ulang pembangunan beberapa ruas jalan tol, salah satunya adalah Jalan Tol JORR W1. Setelah pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kembali maka pada 2007 dimulai kembali pembangunan Jalan Tol JORR W1”, jelas Fatchur Rochman Direktur Utama JLB.

”Pembebasan tanah untuk proyek jalan tol tersebut telah dibebaskan seluruhnya 100% yang meliputi wilayah dari Penjaringan, Daan Mogot, Kembangan hingga Meruya dengan total lahan 70Ha”, jelasnya lebih lanjut.

Jalan Tol Kebon Jeruk – Penjaringan meliputi 4 Kecamatan yaitu: Kembangan, Cengkareng, Kalideres, dan Penjaringan. Jalan Tol ini direncanakan akan memiliki 2 x 3 lajur dengan lebar total 30,6 meter dan 2 Interchange di Kebon Jeruk dan Penjaringan, serta memiliki Fly Over/Over Pass di Kebon Jeruk, Kembangan, Kali Angke, Rawa Buaya-Daan Mogot, Kamal, Kapuk, dan On/Off di Daan Mogot dan Kapuk Kamal.

Sampai ditandatangani proyek sindikasi ini, total pembiayaan infrastruktur jalan tol yang telah disetujui oleh Bank Mandiri mencapai Rp10,3 triliun, mencakup pembiayaan jalan tol Trans-Java senilai Rp5,5 triliun dan jalan tol non Trans-Java senilai Rp4,8 triliun. Pembiayaan tersebut dialokasikan untuk membiayai 12 (dua belas) ruas jalan tol, yang terdiri atas 6 (enam) ruas jalan tol Trans-Java dan 6 (enam) ruas jalan tol non Trans-Java.

Tentang Bank Mandiri:
Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International. Bank Mandiri juga menawarkan jasa dan layanan pasar modal, perbankan syariah dan asuransi melalui Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri.

Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 21.504 karyawan dengan 924 kantor cabang dan 6 kantor cabang/perwakilan/anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 2.802 ATM, disamping 6.500 ATM yang merupakan jaringan LINK dan 10.500 jaringan ATM Bersama, serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.

Tentang PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB)
PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) adalah perusahaan yang telah dibentuk oleh PT Bangun Tjipta Sarana dalam melaksanakan investasi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi W1 (JORR W1). Pt Jakarta Lingkar Baratsatu telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2 Februari 2007.

PT Bangun Tjipta Sarana berdiri sejak 1969, mengawali usahanya dibidang kontraktor. Telah mengerjakan konstruksi jalan tol Jakarta Cikampek pada 1982-1987 dan melanjutkan menjadi Investor Pelebaran Jalan Tol Cibitung Cikampek sepanjang 47 km pada 1989 dan pelebaran Jalan Tol Cawang Cibitung sepanjang 25 km pada 1994 yang panjang totalnya 72 km.

Keterangan lebih lanjut:
Christiana Damanik
Head of Corporate Communications
Bank Mandiri Tel: 021-5245848; Fax: 021-5268246 christiana.damanik@bankmandiri.co.id

Sunset