Wirausaha Muda Mandiri Penggerak Ekonomi Masa Depan di Makassar

News Release - Kamis, 24 April, 2008

Makassar, 24 April 2008 – Hampir semua bangsa dengan ekonomi yang kuat memiliki barisan wirausaha sebagai penyangga utamanya. Apalagi dengan kondisi perekonomian global yang sedang tidak menentu akibat krisis harga bahan pangan dan minyak dunia. Barisan wirausaha, terutama wirausaha muda, seharusnya dapat menjadi salah satu tonggak penguatan perekonomian nasional yang sekarang ini masih bergerak lamban.

Untuk dapat menjadi negara maju, jumlah wirausahawan haruslah minimal sebesar 2% dari jumlah populasi penduduk di negara tersebut. Itu berarti Indonesia masih membutuhkan empat juta lebih wirausahawan. Rendahnya jumlah wirausahawan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan di sektor formal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006, pengangguran terbuka mencapai 11,1 juta orang. Pengangguran yang tidak lulus atau lulus SD mencapai 3,5 juta orang, SMP sebanyak 2.9 juta orang, SMA 4 juta orang, akademi/diploma 297 ribu orang dan universitas 376 ribu orang. Selain itu, dari 220 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 450 ribu orang atau sekitar 0,2% yang menjadi wirausaha.

Hal inilah yang menjadi pokok keprihatinan Bank Mandiri. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Wayan Agus Mertayasa mengatakan, ”Tingginya angka pengangguran dan rendahnya jumlah wirausahawan muda di Indonesia telah menjadi pokok keprihatinan Bank Mandiri hingga akhirnya menggulirkan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM).” Tujuan dari program ini adalah memfasilitasi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mencari bibit wirausahawan muda dan mengembangkan potensi kewirausahawannya

Wayan menambahkan, “Melalui program WMM, kami berharap akan terjadi perubahan paradigma di kalangan mahasiswa dari mencari pekerjaan setelah lulus kuliah menjadi menciptakan lapangan pekerjaan. Mencari pekerjaan bukan lagi satu-satunya pilihan bagi mahasiswa mengingat sangat terbatasnya lapangan pekerjaan di sektor formal sekarang ini.” Pengembangan potensi kewirausahawaan juga diharapkan Bank Mandiri untuk memberikan efek ganda, yaitu penciptaan kesejahteraan bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Sementara itu, pengamat ekonomi makro dan keuangan sekaligus anggota Badan Supervisi Bank Indonesia Dr. Marsuki, DEA mengatakan, ”Kondisi perekonomian global saat ini memang sedang tidak menentu, terlebih dengan tingginya harga bahan pangan dan harga minyak dunia. Namun, para wirausahawan dan calon wirausahawan nasional seharusnya tidak perlu khawatir namun justru menjadikannya sebagai tantangan untuk memulai suatu usaha dan tidak lagi tergantung pada sektor formal. Terlebih dengan besarnya potensi usaha dalam negeri. Inilah saat yang tepat untuk menjadi seorang wirausahawan”. Menurut Marsuki, sektor infrastruktur, sektor industri pengolahan komoditas khususnya komoditas pertanian, dan sektor jasa telekomunikasi merupakan tiga sektor potensial di antara banyakya potensi usaha dalam negeri.

Tahun 2008 telah dicanangkan Bank Mandiri sebagai Tahun Wirausaha Muda Mandiri. “Kami menargetkan untuk menjaring 1.000 wirausahawan baru di penghujung tahun 2008.,” kata Wayan. Selain memberikan dukungan pembiayaan, melalui program ini, Bank Mandiri akan juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas wirausahawan dan calon wirausahawan. Program WMM ini merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) Bank Mandiri kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Salah satu bagian dari program WMM adalah Workshop Wirausaha Muda Mandiri. Selama tahun 2008, Bank Mandiri mengagendakan penyelenggaraan workshop WMM di 14 kota besar. Makassar merupakan kota ketujuh tempat penyelenggaraan workshop WMM setelah Yogyakarta, Banjarmasin, Bandung, Palembang dan Surabaya dan Medan. Workshop ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan SMK di kota penyelenggaraan acara. Di dalam workshop ini, para mahasiswa dan siswa SMK yang diundang akan diajak untuk melihat peluang dan merealisasikannya dengan semangat kewirausahaan.

Makassar dipilih menjadi salah kota tempat penyelenggaraan workshop WMM karena dinilai memiliki potensi kewirausahawaan yang cukup tinggi, khususnya di kalangan mahasiswa. Terus berkembangnya usaha kecil dan menengah (UKM), terutama di sektor kerajinan, menjadikan Makassar sebagai daerah dengan prospek pengembangan ekonomi yang cukup besar. Tidak sedikit pula mahasiswa di Makassar yang telah menggeluti usaha kerajinan, seperti kerajinan besi dan emas, songkok bone dan sarung tenun emas. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Makassar memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi Makassar dan nasional di masa mendatang.

Tentang Bank Mandiri
Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International. Bank Mandiri juga menawarkan jasa dan layanan pasar modal, perbankan syariah dan asuransi melalui Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri dan AXA Mandiri.

Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 21.557 karyawan dengan 956 kantor cabang dan 6 kantor cabang/ perwakilan/ anak perusahaan di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan sekitar 3.100 ATM, disamping 6.500 ATM yang merupakan jaringan LINK dan 10.500 jaringan ATM Bersama, serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
Agus Fuad
Kepala Kanwil X/ Makassar
PT. Bank Mandiri Tbk.
Jl. R.A. Kartini No. 19
Makassar 90111
Telp. 0411 – 329 097, Fax 0411-329 095

Sunset