Menyongsong Masa Emas Lewat eMAS (Enterprise Mandiri Advanced System)

Bank Mandiri In The News - Kamis, 19 Desember, 2002

MENYONGSONG MASA EMAS LEWAT eMAS; Bank Mandiri Mulai Menerapkan Sistem Baru Untuk Produk dan Layanan

Sesuai rencana saat merger, Bank Mandiri mulai menggunakan satu sistem yang menyatu untuk seluruh produk dan layanan. Dengan sistem anyar yang dijuluki EMAS ini mereka yakin akan meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan lebih baik.

Menyatukan perbedaan dan persamaan dua orang pria dan wanita yang akan menikah jelas bukan hal yang mudah. Tak sedikit rumah tangga yang roboh tak lama setelah upacara pernikahan karena tak bisa menyingkirkan perbedaan yang ada.

Dibanding pernikahan, proses penyesuaian empat bank BUMN yang tergabung menjadi Bank Mandiri tentu jauh lebih sulit. Meski"mempelainya" cuma empat bank, namun perbedaan yang ada jauh lebih banyak dari itu. Satu perbedaan yang berpotensi mengganggu masa depan Bank Mandiri jika dibiarkan terus berlangsung adalah penggunaan sistem untuk produk dan pelayanan yang berbeda. Bayangkan, ada sembilan sistem yang berbeda yang sebelumnya digunakan oleh bank peserta merger.

Upaya menyamakan sistem layanan dan produk ini sebenarnya sudah dilakukan begitu keempat bank milik negara tadi (Bank Exim, Bapindo, BDN dan BBD) melebur menjadi Bank Mandiri. Sejak 1999 Bank Mandiri mulai menerapkan sistem yang sama mereka beri nama MASTER. Cuma, karena dirasa sistem tersebut kurang mendukung business plan Bank Mandiri untuk menjadi universal banking, mulai akhir tahun 2002 ini mereka akan mengganti dengan sistem baru yang disebut eMAS (Enterprise Mandiri Advanced System).

Sebagian besar komponen sistem baru ini dibangun dengan menggunakan Silverlake Integrated Banking System. Sistem ini dipilih karena sudah matang, teruji keandalannya, serta terintegrasi. Cukup banyak bank yang memanfaatkan sistem ini, di kawasan Asia maupun di Indonesia. Oh ya, penggantian core banking system yang baru ini merupakan bagian dari pembenahan Teknologi Informasi (IT) Bank Mandiri yang menyeluruh.

MANFAATNYA DIRASA NASABAH LANGSUNG
Disamping memenuhi tuntutan bisnis, penerapan program eMAS sendiri memiliki beberapa tujuan strategis, yaitu mendukung corporate plan 2002-2006, mendukung implementasi reorganisasi, dan mendukung rencana IPO. Penerapan eMAS juga akan memberikan keuntungan bisnis tersendiri bagi Bank Mandiri. Sistem baru ini akan meningkatkan fungsi pengawasan yang pada gilirannya ikut mengurangi biaya. Tentu saja, eMAS juga diharapkan mampu memberi keuntungan kepada Bank Mandiri.

Sebagai sebuah sistem yang menyeluruh, eMAS menunjang fungsi di semua lini Bank Mandiri : customer service, teller, manajemen kantor cabang, hingga bagian akuntansi. Bagi petugas layanan nasabah (customer service) eMAS memungkinkan pelayanan kepada nasabah dilakukan dengan lebih cepat. Cukup dengan memandangi satu layar komputer, petugas customer service bisa melayani keperluan nasabah berkaitan dengan rekening mereka. Data nasabah yang tersentralisir dalam satu data memungkinkan customer service dicabang manapun mudah melakukan identifikasi dan segmentasi nasabah. Sentralisasi data dalam eMAS juga memudahkan bank untuk melakukan update data nasabah. Tentu saja, keunggulan itu dikemas dalam satu tampilan menarik yang memudahkan penggunanya.

Seperti halnya terhadap customer service, eMAS juga handal untuk digunakan teller. Verifikasi tanda tangan, misalnya, dapat dilakukan secara online. Permintaan atau persetujuan approval juga dapat dilakukan secara jarak jauh (remote) maupun lokal.

Dengan demikian teller tidak harus melakukan konfirmasi setiap waktu. Posting juga bisa bisa dilakukan lebih cepat karena tersedia kode kode transaksi untuk itu.

Dengan demikian teller tidak harus melakukan konfirmasi setiap waktu. Posting juga bisa dilakukan lebih cepat karena tersedia kode kode transaksi untuk itu.

Bagi manajer kantor cabang eMAS akan sangat membantu mereka menjalankan tugas. Dalam pembuatan laporan, umpamanya, penyusunan secara manual tidak perlu lagi dilakukan karena format laporan sudah sesuai dengan kebutuhan. Kontrol juga lebih lebih mudah dilakukan karena jenis laporan lebih lengkap. Dengan kelengkapan seperti itu, manajer tak perlu lagi mengirimkan laporan bulanan ke kantor pusat. Penutupan cabang juga bisa lebih cepat dilakukan karena mereka tidak perlu lagi melakukan upload data.

Manfaat serupa juga akan dirasakan oleh pegawai bagain akuntansi. Karena format laporan sudah sesuai dengan kebutuhan, maka mereka tidak perlu lagi membuat laporan secara manual. Cara manual juga tidak perlu lagi dilakukan dalam mencatat inventori. Kontrol transaksi buku besar akan lebih mudah. Selain itu, pekerjaan bagian akuntansi juga akan lebih efisien karena laporan tidak perlu dicetak, cukup disimpan di dalam media elektronik.

Disamping dampak positif yang akan dirasakan oleh para petugas di Bank Mandiri, manfaat eMAS juga akan dirasa oleh nasabah secara langsung. Setelah penerapan eMAS, nasabah bakal mendapat akses informasi terhadap rekening mereka melalui berbagai macam saluran (multi delivery channel). Bukan hanya melalui ATM dan kantor cabang, tapi juga saluran lain seperti telepon seluler, internet, serta call center. Segala kemudahan itu percuma kalau keamanan tidak terjamin. Untuk mengantisipasi hal itu, eMAS melindungi data nasabah menggunakan metode Signature Verification (SVS) serta nomer seri buku tabungan.

Seperti lazimnya, pergantian sistem lama dengan yang baru tentu terlalu berisiko jika dilakukan secara serentak. Oleh sebab itu, penerapan eMAS akan dilakukan secara bertahap. Sebagai pilot proyek, sejak 17 November 2002 lalu penerapan eMAS telah dilakukan pada 22 cabang Bank Mandiri di Jakarta. Rencananya, penerapan eMAS keseluruh 684 cabang Bank Mandirii akan selesai di akhir Juli 2003.


Sunset